Rabu, 12 Februari 2014

Tanggapan tentang hijab




“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
(Q.S. Al-Ahzab [33] : 59)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu
Selamat sore teman-teman, sore ini saya bakal ngebahasa tentang jilbab/hijab.

akhir-akhir ini banyak orang yang menggunakan hijab, mulai dari kalangan biasa hingga artis-artis ibu kota pun mulai menggenakan pakaian yang telah menjadi identitas wanita muslimah ini.
entah apa yang membuat mereka mau memulai untuk menggunakan hijab, tapi saya sangan senang melihatnya, dan insyaallah jilbab itu akan menjadikan mereka lebih baik dan lebih bermanfaat lagi :)

Niat dan perbuatan baik memang tak selamanya diterima dengan baik, memakai hijab misalnya, Masih ada saja anggapan negatif terhadap pemakai hijab. 
Wanita berhijab tak jarang mendapat gunjingan dan prasangka buruk, baik terang-terangan ataupun di belakang. 
  • Berbuat salah sedikit dicap munafik,  
  • kelakuan tidak sesuai pakaian,
  • Hijab dianggap untuk menutupi kebusukan hati 
  • dan banyak anggapan-anggapan jelek lainnya.

    Apakah yang membuat pernyataan ini tahu tujuan dari penggunaan hijab? Bagaimana perintah menutup aurat dalam Al-Qur’an?
    Hijab jelas-jelas untuk melindungi si pemakai dan sebagai identitas seorang muslimah. Bukan simbol bersih dari segala dosa dan salah. Meskipun secara tidak langsung hijab menuntut diri untuk menjaga sikap.


    Dan tak jarang saya dengar mereka berkata  "hijabin dulu hatinya baru kepalanya"
    dan dulu saya pun pernah berkata seperti itu sebelum saya memutuskan untuk menggunakan hijab.
    persepsi saya berubah saat guru al-qur'an saya disekolah (pak solihin) terus menerus mengingatkn kami tentang hukum menutup aurat dalam al-qur'an, awalnya saya dan teman-teman sedikit merasa risih dan kadang suka senyum-senyum jika beliau sedang mengingatkan kami, namun semakin dalam beliau menjelaskan tentang menutup aurat, tentang pesan Nabi Muhammad S.A.W sebelum ia wafat, lalu kisah wanita didalam neraka seperti yang ada di dalam al-qur'an membuat saya menyadari dan membuat saya berfikir dan mau menggunakan hijab, karena kisah wanita di dalam neraka membuat saya merasa takut,
    dan yang membulatkan hati saya agar mau berhijab yaitu ada salah satu artikel yang menulis seperti ini "satu langkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup auratnya maka satu langkah ayah nya menuju nerak". astaugfirullahaladzim saya gamau kalo alm.ayah saya akan di masukan ke dalam neaka karena ulah saya, karena sikap saya yang tak mau patuh pada perintah Allah S.W.T
    .

    dan Sebaik apapun hati seseorang, kebaikannya takkan menutupi auratnya. Memakai hijab dan menjaga hati serta perilaku, merupakan hal yang harus jalan berdampingan. Tak bisa menjalankan satu hal lalu meninggalkan hal lain. Apa ada orang pakai bikini naik bus umum lalu bilang “yang penting hatinya bukan penampilannya”? Loh berpakaian itu kan norma masyarakat yang harus dipatuhi. Logikanya, norma masyarakat saja harus dipatuhi apalagi perintah Allah.
     Baik tidaknya seseorang memang tidak selalu dilihat dari hijabnya, tapi wanita shalihah pastilah berhijab. Ketaqwaan seseorang juga tidak selalu dilihat dari hijabnya, tapi wanita bertaqwa pastilah berhijab. Tetaplah kewajiban dalam menjaga kelakuan meski berhijab sudah dijalankan. Tetaplah wajib untuk berhijab meski akhlak masih penuh kekurangan.
     “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.”(HR. Imam Muslim)


    Sekian pembahasannya mohon dimaafkan jika ada salah-salah kata, semoga kita bisa menjadi wanita shalihah di kemudian hari aminnnnnaminnnnyarabbalalamin..
    semoga bermanfaat O:-)

    Wassalamualaikumwarrahmatullahiwabarakatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar